PUSAT BUDAYA INDONESIA-BELANDA WIDYA MITRA
Sejarah
Pada tahun 1972 di kota Semarang pernah berdiri sebuah konsulat Belanda. Disediakan juga fasilitas untuk pemakai jasa konsulat yaitu perpustakaan. Tahun 1974, konsulat resmi ditutup namun keberadaan perpustakaan masih dipertahankan guna memenuhi kebutuhan akan bahan bacaan dan informasi bagi warga kota Semarang terutama yang menguasai bahasa Belanda. Mulai saat itu, nama perpustakaan menjadi “Perpustakaan Belanda & Ruang Bacaan Belanda Semarang”, namun warga masyarakat kota Semarang lebih akrab dengan istilah "perpustakaan Belanda". Nama itu kemudian dianggap kurang sesuai mengingat fokus tak lagi terpusat pada bidang perpustakaan.

Pusat Budaya Indonesia-Belanda Widya Mitra
Pada tanggal 5 Juni 1995 didirikanlah Yayasan Budaya Indonesia-Belanda/Eropa. Pemrakarsa dan ketua pertama adalah Bapak H. Soemario, yang menaruh perhatian besar pada perkembangan pendidikan bahasa Belanda di kota Semarang, dan dua tahun sebelumnya membidani lahirnya Jurusan Bahasa Belanda sebagai bagian dari Akademi Bahasa 17 Agustus 1945 (AKABA 17) Semarang. Pendirian Yayasan Budaya Indonesia-Belanda/Eropa juga berkaitan dengan semakin luasnya cakupan kegiatan hasil kerjasama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Erasmus Huis dan Erasmus Taalcentrum di Jakarta. Pada saat itu dirasakan ada kebutuhan akan tempat di mana masyarakat dapat memperoleh informasi tentang bahasa, budaya dan negara Belanda. Jadilah Pusat Budaya Indonesia-Belanda “Widya Mitra’. Nama itu dipilih karena yayasan ingin membagikan pengetahuan kepada masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak sebagai mitra kerja. Yayasan Budaya Indonesia-Belanda/Eropa memperoleh dukungan finansial dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.
Pengurus
Pengurus Yayasan Budaya Indonesia-Belanda/Eropa saat ini terdiri dari:
- Ketua: Prof. Dr. A.M. Djuliati Surojo
- Sekretaris: lic. Widjajanti Dharmowijono
- Bendahara: Prof. Dr. Liliana Tedjosaputro, SH, MH
- Anggota: P.J. Marjoto
Pengelola Pusat Budaya Indonesia-Belanda "Widya Mitra" adalah:
- Koordinator Budaya: Satrio Seno Prakoso, S.S.
- Koordinator Kursus: Daniel F.M. Tangkilisan, M.A.
- Asisten: Dedy Sulaeman

Y.M. Dutabesar Kerajaan Belanda Dr. Nikolaos van Dam melihat pameran foto di Widya Mitra
Lokasi
Jl. Singosari II/12
Semarang 50241
Tel/Faks: +62 (0)24 8450491
E-mail:
widyamitra@plasa.com
Jam Buka
Senin-Jumat 09.00-16.00
Sabtu 09.00-11.30
Minggu dan hari libur tutup
Kegiatan
Bekerjasama dengan berbagai pihak, sepanjang tahun Widya Mitra menyelenggarakan kegiatan budaya antara lain konser musik klasik, jazz dan kontemporer, pameran dan diskusi foto, video, film dan seni rupa, bedah buku dan ceramah dengan pemusik, perupa dan penulis asal Belanda, Flandria, Suriname, Indonesia dan bahkan Afrika Selatan, serta kegiatan yang berfokus pada sejarah dan konservasi warisan budaya. Contoh kegiatan jenis terakhir adalah Semarang Heritage Walk 2007 yang mengajak mahasiswa untuk menghargai gedung-gedung bersejarah di kota Semarang.
Perpustakaan
Widya Mitra menjadi perpustakaan pilihan bagi mereka yang membutuhkan bacaan fiksi maupun nonfiksi dalam bahasa Belanda, buku teks sejarah baik dalam bahasa Indonesia, Belanda maupun Inggris, dan yang ingin menikmati tontonan film dokumenter maupun fiksi. Widya Mitra mempunyai koleksi lebih dari 6000 judul buku, dilengkapi dengan sejumlah koran Belanda dan belasan judul majalah baru. Bekerjasama dengan Kronik Kine Klub, Widya Mitra memiliki koleksi sekitar 600 judul film dari lima benua. Perpustakaan terbuka untuk umum.
Kursus bahasa Belanda
Widya Mitra menyelenggarakan kursus bahasa Belanda komunikatif dan bahasa Belanda sebagai bahasa sumber, baik dalam kelas reguler maupun privat serta in-company training, serta pelatihan untuk menempuh ujian bahasa guna memperoleh izin tinggal di Negeri Belanda. Pengajar adalah alumni universitas di Indonesia, Belanda dan Belgia yang setiap tahun mendapat pelatihan di Erasmus Taalcentrum Jakarta maupun di Negeri Belanda. Kursus menggunakan buku dan metoda mutahir yang juga dipakai di Negeri Belanda. Pendaftaran dapat dilakukan setiap hari kerja di Widya Mitra.